Iklan

Minggu, 08 Oktober 2023, Oktober 08, 2023 WIB
Last Updated 2023-10-09T00:04:51Z

Hadiri Undangan sedekah adat di desa tapus Muara Enim, Bupati PALI Heri Amalindo jelaskan Muara Enim-PALI Saudara Kandung memiliki budaya dan adat yang sama




lintassatu.com "Muara Enim. Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Dr Ir H Heri Amalindo MM datang menemui undangan warga Desa Tapus Kecamatan Lembak kabupaten Muara Enim, Minggu 8 Oktober 2023.



Undangan warga desa Tapus terhadap Bupati PALI Heri Amalindo tersebut dalam rangka sedekah adat dan ulang tahun desa tersebut ke 754.



Kedatangan Bupati PALI Heri Amalindo pada kegiatan sedekah adat dan ulang tahun desa Tapus tersebut bersama Lury Elza Alex Noerdin.



Melihat kedatangan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan itu, ribuan waga dari desa Tapus dan sekitar di Kecamatan Lembak tampak antusias menyambutnya.



Tak ayal, lokasi yang dijadikan kegiatan tersebut dibanjiri warga yang ingin berinteraksi langsung dengan Bupati PALI Heri Amalindo yang juga didorong banyak pihak untuk maju pada kontestasi pemilihan Gubernur Sumatera Selatan pada Pemilu Kepala Daerah 2024 mendatang. 



Kegiatan itu juga bertambah semarak kala ribuan warga dihibur Weni salah satu bintang juara Dangdut D'Acdemy Indosiar, salah satu televisi swasta di Indonesia. 



Pada kesempatan itu, Bupati PALI Heri Amalindo menyampaikan apresiasinya terhadap warga desa Tapus yang telah melestarikan tradisi sedekah adat dalam memperingati hari jadi desa tersebut yang kini telah menginjak usia 754 tahun. 



"Kegiatan ini sangat bermakna bagi generasi penerus, karena bisa memelihara sejarah berdirinya desa ini. Tradisi sedekah adat juga menjadi ajang silaturahmi serta menjaga kekompakkan warganya," ucap Bupati Heri Amalindo. 



Diungkapkan Bupati PALI bahwa PALI dan Muara Enim merupakan saudara kandung, karena dulu berada dalam satu wilayah yang tentunya banyak memiliki kesamaan adat, budaya maupun tradisinya.



"Muara Enim dan PALI sebelumnya satu wilayah, namun 10 tahun lalu diresmikan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Artinya, dua daerah ini satu saudara dan banyak kesamaan baik kebiasaan, adat, budaya serta tradisi," ungkap suami dari anggota DPR-RI Hj Sri Kustina itu. 



Bupati Heri Amalindo berharap kegiatan tersebut bisa terus dilestarikan, karena dengan menggelar kegiatan sedekah adat setiap tahun kekompakkan warganya tetap terjaga.



"Menggelar sedekah adat secara tidak langsung menjaga kekompakkan semua warga desa Tapus. Sebab menggelar acara akbar seperti ini harus dipersiapkan matang dan dikerjakan secara gotong royong oleh semua warga. Selain itu anak cucu kita paham akan sejarah desa dan akan terus mengenang nenek moyang kita yang telah berjasa mendirikan desa ini," harapnya.



Untuk menunjang kemajuan desa Tapus dan sekitarnya, Bupati Heri Amalindo mengajak masyarakat untuk mendukung semua program pemerintah.



"Kita dukung semua program pemerintah, dari program pemerintah desa, pemerintah kabupaten hingga pusat dan bersama-sama berperan aktif dalam pembangunan supaya desa ini bertambah maju dan masyarakatnya sejahtera," ajaknya.(j/k)